Sedekah itu baiknya ikhlas atau banyak...

Kita sering mendengar kata2. "Iya...sedekah sedikit juga gak papa yang penting ikhlas..." benarkah demikian??

Di bulan suci ini, banyak orang berbondong2 memberikan sedekah.. Sedekah makanan untuk bukber di mesjid, bagi2 nasi kotak di jalann bagi2 sembako, bagi2 angpao. Tapi apakah kita sudah ikhlas ketika bersedekah?

Pertama2 kita cari tau dulu definisi sedekah dan ikhlas :

#Sedekah (Bahasa Arab:صدقة) adalah pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik. Dalam sebuah hadis digambarkan, “Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.” [saya copas dari wikipedia] ^°^
Dari pengertian itu berarti juga suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu' (sedekah secara spontan dan sukarela).

#Sedangkan Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Dalam arti lain, ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.

Nah dari kedua definisi di atas. Kalau dari pandangan saya IKHLAS itu ada TUJUAN ada PAMRIH ada SESUATU YANG DIKEJAR yaitu ALLAH. Kita sedekah 1 juta dengan TUJUAN agar ALLAH BERI 10 JUTA. Dengan begitu kita sudah IKHLAS. Hal ini jelas berbeda "biar Allah memberikan duit 10 juta dengan biar kita terpandang dimata masyarakat.
TUJUANNYA sudah beda. Walaupun sama2 duniawi, tapi meminta dan mengharapnya kepada 2 pihak yang berbeda.

Apakah kita sudah ikhlas dalam bersedekah?
Ikhlas itu ketika kita tidak memerlukan pujian. Dan kalaupun kita di puji kita tidak bangga dan ketika dicaci tidak merasa terhina.

Contoh 1:
kita nyumbang 25juta, oleh panitia mesjid nama kita disebut lalu orang2 bilang, “Wah...nyumbang 25 juta, hebat....” dan kemudian kita jadi bangga. Secara tidam langsung kita tidak ikhlas.

Contoh 2:
kita biasa nyumbang mesjid sembunyi2, main cemplungin aja gitu amplop dengan isi 1juta tiap bulan. Suatu ketika kita menghadiri ceramah dengan tema sedekah, terus ada temen ngomong ke kita “kamu kan udah kaya, kok nggak pernah sedekah”. Jika saat itu kita tersinggung atau mungkin menggerutu dalam hati "loe aja yang nggak tau, tiap bulan gua sedekah"... maka rontoklah pahala sedekah kita tiap bulan karena nggak ikhlas..

Jadi sekarang menurut kalian semua, Penting mana Ikhlas atau Banyak?

Apakah harus menyumbang BANYAK. Mereka yang bersedekah BANYAK, minimal dia dapat 3 kebaikan+ 1 kemungkinan besar:
Kebaikan sedekahnya
Kebaikan membantu orang lain
Kebaikan silaturahim
Kemungkinan besar pahala jariyah.

Kita lihat lagi contoh nomor 2 tadi. Karena tersinggung dan marahkita tadi spontan jawab, "enak aja loe... Gua tiap bulan nyumbang ini mesjid, loe aja yang nggak tau".
Hehhehe... karena marah, jadinya nggak ikhlas. Pahala sedekah hilang. Tapiiiii….. Kita masih dapet 2 pahala lain, yaitu membantu orang atau lembaga lain atau membantu perbaikan tempat ibadah dan silaturahim.
Pahala ini jelas kita dapet. Tapi syaratnya harus besar sedekahnya. Dan karena besar, sedekah kita jadi ada manfaatnya buat orang lain.
Misalnya : madrasah yang rrubuh jadi berdiri lagi, jadi bisa dipakai ngaji lagi. Dan kita akan dapat pahala Jariyah dari sini. Tiap ada anak ngaji, kita dpt pahala ngaji. Itu contoh kecilnya.

Misalnya kita bantu 100ribu ya nggak apa2, buat konsumsi kuli aja kurang. Paling cuma dapat pahala silaturahim aja. Kalau kita tulus dan ikhlas, kita juga dpt pahala sedekah. Tp jangan sampe pahala sedekah yang sedikit itu, hangus juga gara2 marah dan gak ikhlas ya.... Hehheheh

Ikhlas itu susah...
Kita tidak pernah tahu apakah kita masih bisa menjaga keikhlasan hingga mati nanti. Dan BANYAK itu RELATIF. Jika 100rb itu BANYAK menurut kita, maka berikan kepada orang yang merasa DAPAT BANYAK saat mendapatkan 100rb itu. Misalnya, bayarin sekolah 1 anak yatim+buku2-nya. Kasih syarat, dia musti ngaji di TPA kalau sore. InsyaaLlah sebulan 100rb cukup utk bayar sekolah + bayar TPA. Jika BANYAK itu 1 juta, ya kita modalin tetangga yang miskin di sekitar rumah. Jadi 1 juta udah bisa ngasih kerjaan 2 kepala keluarga.

Jadi menurut saya ngga papa sedekah sedikit tapi tapi harus benar2 di berikah kepada orang yang membutuhkan, yang menganggap uang dengan nominal yang menurut kita sedikit tapi banyak bagi mereka.
Syukur2 kalau kita bisa sedekah banyak dan ikhlas.. Amin...

Sekian. Semoga bermanfaat...

KUE KASTENGEL [kue keju lebaran]

Guys... Bentar lagi udah lebaran nihhh.
Kita bikin kue sendiri yukkk...
Kali ini saya bakal kasih resep kue kastengel atau biasa orang2 sebut kue keju lebaran.

Resep yang bakal saya share ini cukup sederhana dan mudah. Kadang2 saya agak ribet ya dengan takaran gram dll, jadi saya mau kasih resep dengan takaran sdm aja.

Bahan2 yg di butuhkan diantaranya :
3 butir kuning telur
6 sdm gula pasir
3 sdm margarin
1 kotak keju cheddar [parut]
4 sdm butter
1 bungkus susu bubuk
2 gelas tepung terigu
Sedikit vanilli bubuk
1 kuning telur [kocok lepas sebagai olesan]

Caranya :
Campur/mixer kuning telur, gula pasir, dan margarin.

Setelah itu masukan keju yang sudah di parut 1/2 saja. Karena 1/2 nya lagi bakal kita letakin di atas kuenya. Masukkan juga butter, susu bubuk, dan sedikit vanilli supaya tambah wangi. Hehehhe...
Setelah itu masukkan tepung terigu secara perlahan. Aduk/uleni sampai tidak lengket, tapi juga tidak terlalu kalis. Sedikit bocoran lagi ya... Untuk meng-uleni saya pake mixer aja biar hemat tenaga. Mixernya juga nggak peke yang mahal gitu kok. Cuma pake mixer biasa yanv buat bikin bolu gitu tapi saya pake yang spiral adukannya. Adukan spiral ini juga bisa buat nguleni kalau kita mau coba bikin roti loo guyss...

Oke kita lanjut lagi ya ke laptop. Heheheeeeehe...
Setelah proses ini, kita bisa mulai membentuknya dengan cetakan.
Setelah itu kita oles dengan kuas kuning telur yang sudah di kocok. Jangan lupa kasih keju di atasnya ya guys...
Tahap akhir tinggal kita panggang hingga kecoklatan. Disini saya memang tidak kasih patokan berapa °C atau berapa lamanya kita memanggang. Karena setiap oven itu beda2. Jadi dari pada hasilnya mengecewakan, mendingan kita sering2 cek aja kalau memang sudah OK/sudah kecoklatan kita angkat.
Dan..... Jadi dehhhh kue kastengel lebarannya...
Kalau tahapan dan takaran bahannya PAS Insya Allah berhasil.

Dari resep diatas bisa jadi 2 toples loo...
Lumayan kan, kalau kita bisa bikin sendiri kenapa harus beli... ^°^
Modalnya juga nggal bikin kantong nangis, (kayak iklan e-commerce) heheheheh...

SELAMAT MENCOBA.....

Pengalaman pesan grab

Ini pengalaman pertama saya pake jasa ojeg online. Sebenernya udah dr sebulan yang lalu cuma baru kepikiran pengin nulis di blog setelah sekian lama absen. Heheheheeee.....

Ceritanya berawal waktu saya, unyu (anak saya ^°^), trs hubby iseng jalan-jalan pas weekend. Emang niatnya cuma jjs doang pake motor gitu, trs pas liat home teatre di toko elektronik pinggir jalan dia jadi pengin. Langsung kita tancap gas ke harco mangga dua buat liat-liat home theatre.

Pas disana tiba-tiba tertarik sama hifi-nya polytron yang Xcel-3201. Tanya-tanya ternyata harganya ok.
Akhirnha ambillah yang ini. Tapi sekarang jadi bingung gimana bawanya secara kita kan pake motor, trs kebetulan kurir dstu juga lagi gak bs antar. Tp si penjual nyaranin kalau saya sama unyu pake angkot, biar hubby yang bawa hifi-nya pake motor.
Tiba-tiba kepikiran pake GRAB sekalian cobain grab akh......
Kebetulan udah download aplikasinya juga. Jadi langsung coba...

Pertama-tama buka aplikasinya, pastikan GPS anda aktif, dan jangan lupa untuk data salularnya juga harus aktif ya. Hehheheeee....
Setelah itu masukkan Lokasi penjemputan dan lokasi penurunan.
Pilih menu yang di inginkan. Disini tadinya saya mau coba grab-bike, nnah yang bawa hifi ntar si hubby. Trs saya cari kode promo buat grab-bike tapi waktu itu grab-bike gak ada promo, yang ada grab-express. Ada promo 10.000 buat pemakaian pertama. Akhirnya ambil grab-express. Keliatan kan disitu untuk perkiraan tarif grab-express Rp. 17.000. Untuk kode promo anda bisa ambil disini. Lumayan... Tadinya Rp. 17.500 trs dapat potongan Rp. 10.000 jadi kita cuma bayar Rp. 7.500. Kita klik NEXT maka akan muncul tampilan seperti ini.

Kita klik kolom kontak penerima, maka akan muncul seperti ini.Isi nama kamu dan juga nomor telepon. Untuk keterangan lantai, isi saja dimana patokan kamu dan driver ketemu. Misalnya lobby atau disitu saya isi dekat KFC. Klik konfirmasi.
Selanjutnya kita klik catatan untuk pengemudi. Silahkan isi apa saja, disitu saya isi agar dia membawakan hifi untuk saya.
Setelah itu klik konfirmasi lagi. Selanjutnya untuk kode promosi, disini silahkan isi kode promosi yang tadi sudah di ambil dari Flipit. dan jika kamu tidak punya kode promosi maka tidak perlu di isi. Dan bisa langsung lanjutkan "pesan grabExpress".

Kita tunggu sampai sistem mendapatkan Driver yang tersedia. Gak lama muncul driver dengan nama Akhmad S***H***
Kita langsung klik konfirmasi pesanan. Pak ahmad menuju ke lokasi, gak nyampe 10 menit dia udah sampe.
(Uniknya disini kita bisa liat saat driver menuju ke lokasi, kita bisa liat bagaimana dia putar balik dsb.

Gak lama dia sms katanya udah sampe. Langsung kita cari, ketemu dech sama pak ahmad. Oiya... Jangan lupa tunjukin sms dari grab yang menyatakan kalau kita dapet promo Rp. 10.000 dari grab.

Setelah itu kita langsung ke toko dan di bungkus dehhhh hifi-nya.

Nohhhh.. Pak ahmad lagi iket hifi di bantu sama bapak-bapak yang di toko,
 hifi-nya udah siap nich mau di bawa 


Tara......
Sampai juga hifi polytron Xcel-3201 nya.


Grab sangat membantu, pak ahmad juga ramah jadi kasih bintang5 and tips. Hehehheheeee.. Untuk selanjutnya kayaknya bakal coba grab-car......
  selesai....   ^°^

Ramalan Kedatangan Al-Masih

Rabbi Yitzchak Kaduri meninggal dunia pada Februari 2006. Kematian Rabbi terpopuler seantero Yahudi tersebut meninggalkan kontroversi. Dia meninggal dunia pada usia sekitar 108 tahun. Setidaknya, terdapat 300.000 warga menghadiri pemakamannya di Yerusalem . Kabbalis kelahiran Baghdad tersebut telah terkenal di seluruh dunia. Di catatan kecilnya, Rabbi tersebut mengaku telah bertemu dengan 'Sang Messiah' pada November 2003 yang sudah lama ditunggu-tunggu.
Dikutip dari wnd.com, sebelum Kaduri meninggal , dia dilaporkan menulis nama Messiah pada catatan kecil. Dia pun meminta catatan itu tetap tertutup selama satu tahun setelah kematiannya. Catatan itu mengungkapkan nama Messiah sebagai " Yehoshua" atau "Yeshua" dalam bahasa Ibrani yang dikenal sebagai Yesus atau Nabi Isa bagi Umat Islam.
Namun, catatan tersebut disebut palsu oleh anaknya, Rabbi David Kaduri."Ini bukan tulisannya," katanya kepada Israel Today.
Catatan tersebut ditulis dalam Bahasa Ibrani dan ditandatangani atas nama Rabbi Kaduri. Di catatan tersebut, tertera, "Mengenai surat singkatan dari nama Messiah , Dia akan mengangkat orang-orang dan membuktikan bahwa kata dan hukum-Nya berlaku. Ini  telah ditandatangani pada bulan rahmat. "
Kalimat berbahasa Ibrani itu terdiri dari enam kata. Huruf pertama dari setiap kata-kata merinci nama Ibrani Yehoshua atau Yeshua.
"Dia tidak mengatakan,  'Akulah Messiah, memberikan kepemimpinan'. Sebaliknya, bangsa mendorong dia untuk memimpin mereka , setelah mereka menemukan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ia memiliki status Messiah. "
Beberapa bulan sebelum kematiannya, Kaduri memberikan ramalan di hari Yom Kippur. Ketika itu, dia memberikan petunjuk tentang bagaimana mengenali Messiah. Dia mengatakan kepada orang-orang berkumpul untuk Hari Penebusan di sinagognya, Messiah tidak akan datang sampai mantan Perdana Menteri Ariel Sharon meninggal dunia.
Sharon terserang stroke sejak 4 Januari 2006. Dia tetap 'dipaksa' untuk berada dalam kondisi koma hingga delapan tahun. Belum lama ini, tim dokter mengungkapkan, pria yang dijuluki buldozer tersebut sudah berada dalam keadaan kritis. Pemakaman pun disiapkan untuk pria yang penuh kontroversi ini. Jadi, apakah ramalan Rabbi Kaduri akan menjadi kenyataan?

sumber : republika.co.id

Misteri Kendaraan Buraq Yang Menakjubkan





alau dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah “buraq” yang diartikan sebagai “Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw”, dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum “buraq” itu berarti burung cendrawasih yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise). Sebenarnya “buraq” itu adalah istilah yang dipakai dalam AlQur’an dengan arti “kilat” termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya “Barqu”.

Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit. Jarak sedemikian besar disebut 1 AU atau satu Astronomical Unit, dipakai sebagai ukuran terkecil dalam menentukan jarak antar benda angkasa. Dan kita sudah membahas bahwa Muntaha itu letaknya diluar sistem galaksi bimasakti kita, dimana jarak dari satu galaksi menuju kegalaksi lainnya saja sekitar 170.000 tahun cahaya. Sedangkan Muntaha itu sendiri merupakan bumi atau planet yang berada dalam galaksi terjauh dari semua galaksi yang ada diruang angkasa.
Amatlah janggal jika kita mengatakan bahwa buraq tersebut dipahami sebagai binatang atau kuda bersayap yang dapat terbang keangkasa bebas. Orang tentu dapat mengetahui bahwa sayap hanya dapat berfungsi dalam lingkungan atmosfir planet dimana udara ditunda kebelakang untuk gerak maju kemuka atau ditekan kebawah untuk melambung keatas. Udara begitu hanya berada dalam troposfir yang tingginya 6 hingga 16 Km dari permukaan bumi, padahal buraq itu harus menempuh perjalanan menembusi luar angkasa yang hampa udara dimana sayap tak berguna malah menjadi beban. Dengan kecepatan kilat maka binatang kendaraan itu, begitu juga Nabi yang menaiki, akan terbakar dalam daerah atmosfir bumi, sebaliknya ketiadaan udara untuk bernafas dalam menempuh jarak yang sangat jauh sementara itu harus mengelakkan diri dari meteorities yang berlayangan diangkasa bebas. Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah melakukan perjalanan mi’rajnya dengan menggunakan binatang ataupun hewan bersayap sebagaimana yang diyakini oleh orang selama ini.
Penggantian istilah dari Barqu yang berarti kilat menjadi buraq jelas mengandung pengertian yang berbeda, dimana jika Barqu itu adalah kilat, maka buraq saya asumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang mempunyai sifat dan kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan sinar.
Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal dibumi, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyard tahun cahaya melalui galaksi-galaksi yang oleh Garnow disebut sebagai fosil-fosil jagad raya dan selanjutnya menuju alam yang sulit digambarkan jauhnya oleh akal pikiran dan panca indera manusia dengan segala macam peralatannya, karena belum atau bahkan tidak diketahui oleh para Astronomi, galaksi yang lebih jauh dari 20 bilyun tahun cahaya. Dengan kata lain mereka para Astronom tidak dapat melihat apa yang ada dibalik galaksi sejauh itu karena keadaannya benar-benar gelap mutlak. Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Sayangnya kecepatan cahaya merupakan kecepatan yang tertinggi yang diketahui oleh manusia sampai hari ini atau bisa jadi karena parameter kecepatan cahaya belum terjangkau oleh manusia.
Dalam AlQur’an kita jumpai betapa hitungan waktu yang diperlukan oleh para malaikat dan ruh-ruh orang yang meninggal kembali kepada Tuhan: Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepadaNya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (QS. 70:4)
Ukuran waktu dalam ayat diatas ada para ahli yang menyebut bahwa angka 50 ribu tahun itu menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan. Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat sesuai dengan pendapat para ahli fisika yang menyebutkan “Time for a person on earth and time for a person in hight speed rocket are not the same”, waktu bagi seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi. Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti = 225 juta tahun waktu sistem solar.
Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat = 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai ‘Arsy Ilahi, 10 Milyard tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat. Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi /maksimum 12 Jam/ atau = 1/100.000 tahun Jibril.
Kejadian ini nampaknya begitu aneh dan bahkan tidak mungkin menurut pengetahuan peradaban manusia saat ini, tetapi para ilmuwan mempunyai pandangan lain, suatu contoh apa yang dikemukakan oleh Garnow dalam bukunya Physies Foundations and Frontier antara lain disebutkan bahwa jika pesawat ruang angkasa dapat terbang dengan kecepatan tetap /cahaya/ menuju kepusat sistem galaksi Bima Sakti, ia akan kembali setelah menghabiskan waktu 40.000 tahun menurut kalender bumi. Tetapi menurut sipengendara pesawat /pilot/ penerbangan itu hanya menghabiskan waktu 30 tahun saja. Perbedaan tampak begitu besar lebih dari 1.000 kalinya.
Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja. Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya.
Kembali pada peristiwa Mi’raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi (semalam) atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10-5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 -23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19-11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.
Nah, Barkah yang disebut dalam Qur’an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya. Jadi, sekarang kita bisa mendeskripsikan tentang kendaraan bernama Buraq ini sedemikian rupa, apakah dia berupa sebuah pesawat ruang angkasa yang memiliki kecepatan diatas kecepatan sinar dan kecepatan UFO ? Ataukah dia berupa kekuatan yang diberikan Allah kepada diri Rasulullah Saw sehingga Rasul dapat terbang diruang angkasa dengan selamat dan sejahtera, bebas melayang seperti seorang Superman?
Sebagai suatu wahana yang sanggup membungkus dan melindungi jasad Rasulullah sedemikian rupa sehingga sanggup melawan/mengatasi hukum alam dalam hal perjalanan dimensi. Sekaligus didalamnya tersedia cukup udara untuk pernafasan Nabi Muhammad Saw dan penuh dengan monitor-monitor yang memungkinkan Nabi untuk melihat keluar ataupun juga monitor-monitor yang bersifat “Futuristik”, yaitu monitor yang memberikan gambaran kepada Rasulullah mengenai keadaan umatnya sepeninggal beliau nantinya.
Bukankah ada banyak juga hadist shahih yang mengatakan bahwa selama perjalanan menuju ke Muntaha itu Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang luar biasa? Apakah aneh bagi Anda jika Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan oleh Allah (melalui monitor-monitor futuristik tersebut) terhadap apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari? Apakah Anda akan mengingkari bahwa jauh setelah sepeninggal Rasul ada banyak sekali manusia-manusia yang mampu meramalkan ataupun melihat masa depan seseorang ?
Dalam dunia komputer kita mengenal virtual reality (VR) yaitu penampakan alam nyata ke dalam dimensi multimedia digital yang sangat interaktif sehingga bagaikan keadaan sesungguhnya. Apakah tidak mungkin Rasulullah telah merasakan fasilitas VR dari Allah Swt untuk mempresentasikan kepada kekasihNya itu surga dan neraka yang dijanjikanNya? Anda pasti pernah mendengar sebutan “Paranormal” bukan? Jika anda mempercayai semua itu, maka apalah susahnya bagi anda untuk mempercayai bahwa hal itupun terjadi pada diri Rasulullah Saw, hanya saja bedanya bahwa semua itu merupakan gambaran asli dari Allah Swt yang sudah pasti kebenarannya tanpa bercampur dengan hal-hal yang batil. Hal ini juga bisa kita buktikan dengan banyaknya ramalan-ramalan Nabi terhadap keadaan umat Islam setelah beliau tiada dan menjadi kenyataan tanpa sedikitpun meleset? Darimana Rasulullah dapat melakukannya jika tidak diperlihatkan oleh Allah sebelumnya ?
Allah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. 2:269)
Hikmah dalam ayat 2:269 dan ayat-ayat lainnya, saya artikan sebagai kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya, kebijaksanaan ini berarti sangat luas, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dunia atau akhirat, sebagai perwujudan dari Rahman dan RahimNya.
Didalam Hadist disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw berangkat ke Muntaha dengan ditemani oleh malaikat Jibril yang didalam AlQur’an surah 53:6 dikatakan memiliki akal yang cerdas. Dan dalam perjalanan itu Nabi diberikan kendaraan bernama Buraq yang kecepatannya melebihi kecepatan sinar. Selanjutnya selama perjalanan Nabi banyak bertanya kepada malaikat Jibril tentang apa-apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, ini menunjukkan bahwa Nabi dan Jibril berada dalam jarak yang berdekatan. Tidak mungkinkah Jibril ini yang mengemudikan Buraq untuk menuju ke Muntaha? Dalam kata lain, Jibril sebagai pilot dan Muhammad sebagai penumpang?
Bukankah Muhammad sendiri baru pertama kali itu mengadakan perjalanan ruang angkasa, sementara Jibril telah ratusan atau bahkan jutaan kali melakukannya didalam mengemban wahyu yang diamanatkan oleh Allah? Jika dikatakan Nabi sebagai pilot, dari mana Nabi mengetahui arah tujuannya berikut tata cara pengemudian Buraq ini, apalagi ditambah dengan banyaknya visi-visi alias Virtual Reality yang diberikan oleh Allah kepada beliau selama perjalanan dan mengharuskannya mengajukan beragam pertanyaan kepada Jibril? Namun jika kita kembalikan pada pendapat saya semula bahwa Jibril dalam hal ini berlaku sebagai pilot dan Nabi sebagai penumpang, maka semua pertanyaan dan keraguan yang timbul akan hilang.
Dalam hal ini Jibril adalah pilot terbang berpengalaman, ia juga sangat cerdas, sementara atas diri Nabi sendiri sudah diberikan oleh Allah Barqah disekeliling beliau, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan, seperti goyangnya pesawat, tekanan gravitasi yang hilang, udara dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri Nabi yang mulia ini. Dan keadaan yang tanpa pengaruh apa-apa itu memungkinkan bagi Nabi untuk mengadakan pertanyaan-pertanyaan atas visi-visi yang dilihatnya itu sekaligus dapat melihatnya secara jelas/Virtual Reality .
Kembali pada Jibril yang senantiasa meminta izin didalam memasuki setiap lapisan langit kepada malaikat penjaga, itu dikarenakan bahwa mereka tidak mengenali Jibril yang berada didalam Buraq itu, sehingga begitu Jibril menjawab, mereka baru bisa mengenali suaranya dan melakukan pendeteksian secara visi keadaan dalam Buraq sehingga nyatalah bahwa yang datang itu benar-benar Jibril.
Didalam Hadist juga disebutkan bahwa malaikat penjaga langit itu juga menanyakan tentang identitas sosok manusia yang dibawa oleh malaikat Jibril, yang tidak lain dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan dijelaskan oleh Jibril bahwa Rasulullah Saw diutus oleh Allah dan telah pula diperintahkan untuk naik ke Muntaha. (Hadist mengenai ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan dinyatakan oleh jumhur ulama dari ahlussunnah sebagai Hadist yang shahih).
Hal ini memang berkesan lucu bagi sebagian orang, apalagi mengingat bahwa Nabi adalah manusia yang paling mulia yang mendapatkan kedudukan terhormat yang bisa dibuktikan dengan bersandingnya nama Allah dan nama beliau dalam dua buah khalimah syahadat yang tidak boleh dicampuri, ditambah atau dikurangi dengan berbagai nama lain karena tiada hak bagi makhluk lainnya mencampuri masalah ini. Namun justru disinilah letak kebesaran Tuhan. Semuanya sengaja dipertunjukkan secara ilmiah kepada Nabi agar beliau dapat membuktikan sendiri betapa ketatnya penjagaan langit itu sebenarnya.
Dalam hal ini bisa diasumsikan bahwa yang disebut dengan lapisan langit pada Muntaha itu adalah berupa planet-planet yang terdekat dengan “bumi-muntaha”, hal ini saya hubungkan dengan pernyataan Qur’an pada surah 72:9 bahwa Jin atau Iblis itu dapat menduduki beberapa tempat. Mampu menduduki tempat disana artinya mampu berdiam ditempat tersebut, dan karena tempat itu ganda (beberapa tempat), maka jelas tempat itu bukan Muntaha itu sendiri, namun tempat yang terdekat dari Muntaha. Sesuai dengan kajian saya sebelumnya, bahwa Muntaha itu berupa bumi yang disekitarnya juga terdapat planet-planet, maka planet-planet itulah tempat atau posisi para syaithan itu berdiam dahulunya untuk mencuri dengar berita-berita langit.
Muntaha sendiri berarti “Dihentikan” atau bisa juga kita tafsirkan sebagai tempat terakhir dari semua urusan berlabuh. Tempat yang menjadi perbatasan segala pencapaian kepada Tuhan. Sidrah berarti “Teratai” yaitu bunga yang berdaun lebar, hidup dipermukaan air kolam atau telaga. Uratnya panjang mencapai tanah dasar air tersebut. Bilamana pasang naik, teratai akan ikut naik, dan bila pasang surut diapun akan turun, sementara uratnya tetap terhujam pada tanah dasar tempatnya bertumbuh.
Teratai yang berdaun lebar menyerupai keadaan planet yang memiliki permukaan luas, sungguh harmonis untuk tempat kehidupan makhluk hidup. Teratai berurat panjang mencapai tanah dasar dimana dia tumbuh tidak mungkin bergerak jauh, menyerupai keadaan planet yang selalu berhubungan dengan matahari darimana dia tidak mungkin bergerak jauh dalam orbit zigzagnya dari garis ekliptik. Dan air dimana teratai berada menyerupai angkasa luas dimana semua planet yang ada mengorbit mengelilingi matahari. Turun naik teratai dipermukaan air berarti orbit planet mengelilingi matahari berbentuk oval, bujur telur, dimana ada titik Perihelion yaitu titik terdekat pada matahari yang dikitarinya, begitupula ada titik Aphelion, titik terjauh dari matahari. Sewaktu planet berada di Aphelionnya dia bergerak lambat. Keadaan gerak demikian membantu kestabilan orbit setiap planet yang mulanya hanya didasarkan atas kegiatan magnet yang dimilikinya saja.
Allah sendiri tidak berposisi di Muntaha, meskipun Muntaha itu merupakan planet terjauh dan terpinggir dalam bentangan alam semesta sekaligus sebagai dimensi tertinggi, dimana mayoritas malaikat berada disana sembari memuji dan bertasbih kepada Allah, ia hanyalah sebagai suatu tempat ciptaan Allah yang pada hari kiamat kelak akan dileburkan pula dan semua isinya, termasuk para malaikat itu akan mati kecuali siapa yang dikehendakiNya saja (QS. 27:87), hanya Allah sajalah satu-satunya dimensi Tertinggi yang kekal dan abadi (QS. 2:255).

Saat Penjaga Arasy Lupa Dengan Bacaan Tasbih dan Tahmidnya

Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kakbah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.
Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,” jawab orang itu.
“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badui itu.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW.
Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badui itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, lalu berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Allah, jika Allah akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”
Orang Arab badui berkata lagi, “Jika Allah akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”
Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”
Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.

Hikmah dibalik Kisah Nabi Musa dan Perempuan Pezina (Jangan tinggalkan Shalatmu)

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita muda berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang cantik, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan- pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”.
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia Berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”
 
 "Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
“Saya takut mengatakannya.”jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina”. Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun…lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya… cekik lehernya sampai… tewas,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”… teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa
Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”
“Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.”Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
Demikianlah kisah Nabi Musa as dan wanita penzina, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban shalat dengan istiqomah. Amiin...
Powered by Blogger.

Featured Slider

Template Information