‘GHOST HUSBAND’ (Misteri
Perkawinan)
Benang merah perjodohan Lemei dan Chihsuan telah
digariskan sejak orangtua Chihsuan menolong ibu Lemei yang akan melahirkan di
tengah perjalanan. Namun dalam suatu hura-hara melawan gerombolan perampok,
ayah Chihsuan tanpa sengaja membunuh ayah Lemei. Sejak itu keluarga Lemei
memutus hubungan dengan keluarga Chihsuan dan hidup dalam dendam membara. Tak
diduga, delapan belas tahun kemudian Lemei dan Chihsuan untuk pertama kalinya
bertemu dalam suatu pesta rakyat dan keduanya saling jatuh cinta. Tak mudah
meluluhkan hati keluarga Lemei, terutama ibunya, untuk menerima kehadiran
Chihsuan. Setelah melalui berbagai rintangan berat sampai akhirnya hubungan
mereka disetujui, badai kembali menerjang. Menjelang pernikahan, suatu
kebakaran besar meluluh-lantakkan kediaman keluarga Chihsuan dan menghancurkan
wajahnya yang tampan. Tak rela calon istrinya yang jelita bersanding dengan
seorang yang cacat, Chihsuan menyuruh keluarganya bersandiwara dan mengatakan
kepada Lemei bahwa ia telah tewas dalam musibah kebakaran. Hati Lemei hancur
berkeping-keping, namun ia tetap bersikeras meneruskan pernikahannya, meski
harus menikah dengan papan arwah Chihsuan. Lewat Lao Ke, ia berhasil
berhubungan dengan "hantu" Chihsuan dan dengan kesungguhan cintanya,
Lemei tak peduli jika ia harus menyandang status istri yang bersuami hantu.
Tokoh:
Yuan Lemei --> mutiara keluarga Yuan dan Han. Sejak kecil ia dibesarkan ibunya dalam keluarga Han. Sifatnya lembut, penurut, penyayang, berperasaan halus, namun sewaktu-waktu bisa juga nekat dan keras kepala. Ia jatuh cinta pada Chihsuan, tapi patah hati begitu tahu keluarga mereka punya dendam lama. Meski sering bersumpah kepada ibunya takkan menemui Chihsuan, Lemei tak bisa mengingkari hatinya yang telah telanjur diberikannya pada Chihsuan. Kesetiannya sangat besar sampai bersedia menikah dengan papan arwah Chihsuan dan menjadi menantu keluarga Ke.
Yuan Lemei --> mutiara keluarga Yuan dan Han. Sejak kecil ia dibesarkan ibunya dalam keluarga Han. Sifatnya lembut, penurut, penyayang, berperasaan halus, namun sewaktu-waktu bisa juga nekat dan keras kepala. Ia jatuh cinta pada Chihsuan, tapi patah hati begitu tahu keluarga mereka punya dendam lama. Meski sering bersumpah kepada ibunya takkan menemui Chihsuan, Lemei tak bisa mengingkari hatinya yang telah telanjur diberikannya pada Chihsuan. Kesetiannya sangat besar sampai bersedia menikah dengan papan arwah Chihsuan dan menjadi menantu keluarga Ke.
Ke Chihsuan--> pemuda yang humoris dan periang, anak dan cucu
kebanggaan keluarga Ke. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Lemei dan
berhasrat menyunting Lemei. Tahu bahwa keluarga Lemei sangat mendendam pada
keluarganya, ia memakai nama samaran saat mendekati Lemei. Namun sejak
kebakaran hebat yang membuat wajahnya cacat dan kakinya pincang ia menjadi
seorang yang penyendiri, paranoid, rendah diri dan mudah marah. Ia membiarkan
Lemei masuk dalam keluarganya dengan harapan suatu hari nanti cinta Lemei akan
pudar ditelan waktu dan gadis itu dapat kembali meneruskan hidupnya. Tetapi
karena tak kuasa menahan rasa rindunya pada Lemei, ia memakai topeng dan
menyamar sebagai Lao Ke, tukang kebun keluarga Ke yang menjadi penghubung
antara dunia fana dan baka.
Yinghsue --> sejak kematian suaminya yang tragis, ia
memendam kebencian kepada keluarga Ke dan berperan sebagai seorang single
mother yang tabah. Ia mendidik Lemei dengan keras dan konservatif. Orangnya
keukeuh dan sulit diajak kompromi, tapi kasih sayangnya pada Lemei tak perlu
diragukan. Ketika tahu Lemei berhubungan dengan anak musuh keluarganya, ia amat
murka dan menyuruh Lemei berlutut di hadapan altar mendiang suaminya.
Shipeng & Yanfang --> orangtua Chihsuan yang penuh
pengertian dan sabar. Berulang kali mencoba minta maaf kepada keluarga Lemei
atas kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya ayah Lemei, tapi tak digubris oleh
Yinghsue. Mereka sangat mendukung usaha Chihsuan mendapatkan Lemei dan
merekatkan kembali tali persahabatan kedua keluarga yang terputus.
Han Hungta --> kakak sepupu Lemei yang emosional namun baik
hati dan jujur. Ia menyukai Lemei tapi mengalah begitu tahu Lemei mencintai
Chihsuan. Beberapa kali ia menjadi kurir yang membawa pesan Lemei kepada
Chihsuan.
Pochao & Shupin --> orangtua Hungta yang amat menyayangi Lemei dan
sudah menganggap gadis itu anak mereka sendiri. Pochao orangnya keras dan tegas
sementara Shupin lembut dan keibuan.
Yang Wanli --> sahabat karib Chihsuan yang menguasai ilmu
pengobatan. Penampilan luarnya kasar, galak dan tak sabaran tapi hatinya
lembut. Otaknya cerdik dan sangat setia kawan. Sama seperti Hungta, ia juga
menyukai Lemei, tapi mundur karena tahu Chihsuan dan Lemei saling mencintai. Ia
malah membantu Chihsuan berhubungan dengan Lemei. Wanli jugalah yang merawat
luka bakar Chihsuan bersama Tzeyan hingga lama-kelamaan kedekatan mereka
menimbulkan benih-benih cinta.
Fang Tzeyan --> gadis misterius yang menyusup masuk menjadi
pelayan dalam keluarga Ke. Tujuannya satu: membalas dendam kepada Nyonya Tua
Ke, yang tak lain adalah nenek Chihsuan. Tzeyan memiliki masa lalu yang getir.
Ibunya yang pernah menjadi pelayan kesayangan Nyonya Tua Ke dinodai oleh
kemenakan nenek Chihsuan. Ketika hamil ia diusir oleh Nyonya Tua Ke dan
tersesat ke rumah bordil sampai akhirnya menjadi gila dan mati mengenaskan.
Dengan sikapnya yang manis dan cekatan, Tzeyan berhasil mengambil hati dan
mendapat kepercayaan Nyonya Tua Ke, namun akhirnya tak sampai hati membunuh
nenek Chihsuan. Ia sama sekali tak menyangka api yang disulutnya di gudang
harta keluarga Ke bisa menjalar habis ke kediaman keluarga Ke dan hampir
merenggut nyawa Chihsuan. Ia menebus dosanya dengan mengabdikan diri merawat
Chihsuan bersama Wanli dan berusaha sekuat tenaga menyatukan kembali hubungan
Chihsuan dengan Lemei.
Nyonya Tua Ke --> kepala keluarga Ke yang berwibawa dan kolot.
Ia amat menyayangi cucunya dan begitu terpukul ketika tahu bahwa Chihsuan
menjadi korban dari kesalahannya di masa lalu.
Hsiopei --> pelayan Lemei yang konyol dan agak telmi, tapi
ia amat setia pada majikannya dan beberapa kali menjadi kurir penyampai pesan
antara Lemei dan Chihsuan.
Adegan yang berkesan, a.l:
* Pertemuan pertama kali antara Chihsuan dan Lemei di pesta topeng desa Wushan.
* Lemei tak sengaja terpanah saat melepaskan rubah putih yang akan dikorbankan dalam perayaan adat.
* Saat Chihsuan melihat tanda lahir berupa bunga meihua di pergelangan tangan Lemei dan menyadari bahwa gadis itu tunangannya sejak kecil.
* Chihsuan membelikan hiasan sulaman rubah putih untuk Lemei.
* Surat Chihsuan yang bertuliskan "Aku menunggumu, hari ini, besok, setiap hari" ketika Lemei tak mau menemuinya.
* Ketika untuk pertama kalinya Chihsuan memeluk dan mengecup Lemei di bukit kecil.
* Saat Lemei diusir ibunya dan jatuh ke jurang dalam perjalanan mencari Chihsuan.
* Ketika Chihsuan dengan setia menunggui Lemei yang sedang kritis di sisinya.
* Kebakaran besar yang membuat Chihsuan menjadi cacat.
* Pengabdian Tzeyan dalam merawat Chihsuan.
* Saat Lemei hampir bunuh diri di depan batu nisan Chihsuan sementara Chihsuan memandang dengan hati hancur di kejauhan.
* Keputusan Lemei untuk menikah dengan papan arwah Chihsuan.
* Cara komunikasi Lemei dengan Chihsuan melalui Lao Ke.
* Pengakuan Tzeyan bahwa ia yang menyebabkan timbulnya kebakaran.
* Lemei yang hampir membutakan matanya demi menunjukkan kesungguhan cintanya pada Chihsuan.
* Pertemuan pertama kali antara Chihsuan dan Lemei di pesta topeng desa Wushan.
* Lemei tak sengaja terpanah saat melepaskan rubah putih yang akan dikorbankan dalam perayaan adat.
* Saat Chihsuan melihat tanda lahir berupa bunga meihua di pergelangan tangan Lemei dan menyadari bahwa gadis itu tunangannya sejak kecil.
* Chihsuan membelikan hiasan sulaman rubah putih untuk Lemei.
* Surat Chihsuan yang bertuliskan "Aku menunggumu, hari ini, besok, setiap hari" ketika Lemei tak mau menemuinya.
* Ketika untuk pertama kalinya Chihsuan memeluk dan mengecup Lemei di bukit kecil.
* Saat Lemei diusir ibunya dan jatuh ke jurang dalam perjalanan mencari Chihsuan.
* Ketika Chihsuan dengan setia menunggui Lemei yang sedang kritis di sisinya.
* Kebakaran besar yang membuat Chihsuan menjadi cacat.
* Pengabdian Tzeyan dalam merawat Chihsuan.
* Saat Lemei hampir bunuh diri di depan batu nisan Chihsuan sementara Chihsuan memandang dengan hati hancur di kejauhan.
* Keputusan Lemei untuk menikah dengan papan arwah Chihsuan.
* Cara komunikasi Lemei dengan Chihsuan melalui Lao Ke.
* Pengakuan Tzeyan bahwa ia yang menyebabkan timbulnya kebakaran.
* Lemei yang hampir membutakan matanya demi menunjukkan kesungguhan cintanya pada Chihsuan.

Dimana y bs nonton nie film subtitle indonesia? Ato english? Suka bgt eh nie drama taiwan... Udh susah y carinya skrg?
ReplyDeleteDimana y bs nonton nie film subtitle indonesia? Ato english? Suka bgt eh nie drama taiwan... Udh susah y carinya skrg?
ReplyDeleteIya. Sy jg suka...
ReplyDeleteApa ada ya yang jual kasetnya??
Pengin nonton lagi...
😳